JAKARTA (SURYA24.COM) - Tanggung jawab Mohammad Syarifin (16) sangat besar, tak sebanding dengan usianya yang masih remaja. Dia harus mengurusi tiga adik dan ibunya yang kini menderita gangguan jiwa. Kisahnya sengaja dibuat viral oleh gurunya, pemilik akun @assyifaazzahra01 yang memiliki nama Ummi Kulsum.
Sarimukti Ummi mengaku sangat merasa berdosa karena terbilang telat. Dirinya lama tak berkomunikasi dengan Ipin selama dua tahun lebih. "Itu Ipin murid saya waktu di SDN Longkek 1, cuma saya sekitar dua tahun lebih sejak dia lulus lama gak komunikasi lagi, eh ternyata kemarin adiknya meninggal itu, langsung saya inisiatif tak viralkan saja," kata Ummi Kulsum, saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (5/3/2023).
Kulsum memviralkan semua aktivitas Ipin. Ia berharap ada sentuhan langsung dari pemerintah setempat dan pemerintah pusat. Akhirnya, setelah satu pekan diviralkan akun Kulsum mendapatkan respons dari admin Kementerian Sosial.
"Mungkin ini sudah rezeki si Ipin dan adik-adiknya ya, setelah diviralkan Kemensos pun merespons," ucap dia.
Lapor pihak muspika Kulsum sempat melakukan cara-cara normatif, mulai melaporkan ke tingkat Kecamatan, Polsek, Puskesmas. Namun laporannya tak semua berbuah hasil
. "Saya sempat laporan juga itu ke kacamatan sambil memeroses Kartu Keluarga Ipin yang masih amburadul. Saya bilang Pak Sekcam ini Kapolsek sudah turun, monggo kalau sampean mau turun," pinta dia kala itu.
Mensos Risma rencana kunjungi Ipin Ummu Kulsum juga mendapat kabar bahwa Menteri Sosial Tri Risma Harini akan mendatangi rumah Ipin di daerah Bangkalan. "Sekarang ini ibu Risma mau datang ke sini, alhamdulillah persoalan Ipin dan ibunya akan ada solusi," pungkas dia.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi rumah Ipin, sudah banyak pejabat daerah yang datang. Mulai dari dari Plt Bupati Bangkalan Mohni, Sekkab Bangkalan Taufan Zairinsyah, Kepala Dinas Sosial Bangkalan Wibagio Suharto.
Ibu Alami Gangguan Jiwa, Ayah Dipenjara
Viral video yang memperlihatkan kehidupan seorang anak harus mengasuh ketiga adiknya di Desa Longkek, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Anak itu bernama Mohammad Syarifin (16). Ia merupakan anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Moh Saiful Rohman (42) dan Mesda (38). Video yang memperlihatkan Ipin, sapaan akrab Mohammad Syarifin, sedang merawat ketiga adiknya viral di media sosial setelah diunggah akun TikTok @assyifaazzahra01.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Galis, Iptu Bagus Setioko Darmawan membenarkan bahwa Ipin harus merawat empat adiknya. Namun, adiknya yang nomor empat dan masih bayi meninggal satu pekan yang lalu. Sehingga, Ipin kini harus merawat tiga adiknya. Sementara itu, ibu Ipin mengalami gangguan kejiwaan dan ayahnya dipenjara karena kasus pencurian motor.
"Awalnya ada empat adiknya ini, tapi baru satu pekan ini adik yang nomor empat meninggal. Ibunya Ipin berbeda dengan orang yang lainnya dia sedang dalam menderita gangguan jiwa," kata Bagus kepada Kompas.com, Sabtu (4/3/2023).
Untuk merawat adik-adiknya, Ipin harus berhenti sekolah. Dia yang harusnya sibuk belajar untuk meraih cita-citanya, justru sekarang harus menjadi tulang punggung keluarganya. Kini, Ipin dan keluarganya tinggal di rumahnya yang berada di Dusun Timur Sumber, Desa Longkek, Kecamatan Galis. Kondisi rumah Ipin terbilang tidak layak meskipun tidak bocor.
"Dia sudah tidak sekolah lagi, rumahnya memang tidak layak huni, terus kalau dia makan hanya menunggu belas kasihan dari tetangga dan keluarga dari ayah kandungnya," ungkap Bagus.
Kata Bagus, Ipin juga kerap makan seadanya, seperti makan nasi tanpa lauk. Demikian juga dengan ketiga adiknya yang masih balita, hanya diberi makanan yang tidak terjaga gizinya.
Bagus menyebut, pihak Polsek Galis dan Polres Bangkalan sudah memberikan paket sembako untuk Ipin. Namun, kondisi Ipin yang memilukan ini butuh penanganan jangka panjang. Terlebih, kondisi ibu yang sedang menderita gangguan jiwa harus ditangani dengan serius dan fokus.
"Kalau hanya bantuan yang sifatnya sementara kasihan ya, ini harus ditangani serius. Semoga mendapatkan bantuan yang lebih besar," kata Bagus.
Bagus mengatakan, berdasarkan vonis hukumannya, ayah Ipin baru bisa keluar dari penjara pada Agustus 2023 mendatang. "Ayahnya divonis sama hakim 1 tahun 8 bulan. Nanti bulan 8 Insyaallah sudah keluar penjara," imbuhnya.***